Dukung Login

Paus Leo XIV Tak Perlu Terapi Lanjutan Usai Operasi Kanker Paru-Paru

🌐 23 Oct 2026
👁 66 Views | X

Vatikan Umumkan Hasil Pemeriksaan Terbaru Paus Leo XIV

Kabar melegakan datang dari Vatikan setelah tim dokter memastikan Paus Leo XIV tidak memerlukan pengobatan kanker tambahan setelah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru kanannya.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, melalui pernyataan resmi yang diterbitkan Vatikan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker yang ditemukan pada paru-paru Paus masih bersifat lokal dan tidak menunjukkan penyebaran.

Menurut laporan Reuters dan Associated Press, pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu sebelumnya menjalani operasi pada 13 Oktober 2026 di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia.

Dalam operasi tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru-paru kanan setelah menemukan tumor yang kemudian dipastikan sebagai adenokarsinoma paru, salah satu jenis kanker paru-paru yang paling umum.

Hasil pemeriksaan terbaru memberikan kepastian mengenai kondisi penyakit dan kebutuhan pengobatan selanjutnya.  Kabar tersebut menjadi perkembangan penting bagi umat Katolik di seluruh dunia yang sebelumnya mengkhawatirkan kesehatan Paus dan kemungkinan terganggunya berbagai kegiatan gereja internasional. 




Hasil Pemeriksaan Menunjukkan Kanker Belum Menyebar

Tim medis Paus terdiri atas dokter pribadinya, Luigi Carbone, dan dokter bedah Stefano Margaritora.  Keduanya menjelaskan bahwa pemeriksaan akhir terhadap jaringan yang diangkat selama operasi telah selesai dilakukan.  Pemeriksaan tersebut mencakup analisis histopatologi dan pengujian biologi molekuler untuk memastikan jenis tumor serta karakteristik penyakit.   Hasilnya mengonfirmasi bahwa tumor tersebut merupakan adenokarsinoma paru dan penyakit masih terlokalisasi.  Berdasarkan evaluasi onkologi berikutnya, dokter menyimpulkan bahwa Paus tidak memerlukan terapi tambahan. Pernyataan itu diterbitkan Vatican News pada 21 Oktober 2026 pukul 21.16 waktu setempat.  Associated Press mengutip Stephen Liu, pakar kanker paru-paru dari Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Center, yang menilai informasi tersebut mengarah pada kemungkinan kanker stadium awal.  Menurutnya, tindakan operasi pada kanker paru-paru stadium awal dapat memberikan hasil yang sangat baik, terutama apabila tumor ditemukan sebelum menyebar ke kelenjar getah bening.  Namun, penilaian pakar tersebut merupakan interpretasi berdasarkan informasi yang tersedia, bukan pengumuman resmi mengenai stadium kanker Paus.

Keputusan tidak memberikan terapi tambahan juga tidak berarti pemantauan kesehatan selanjutnya menjadi tidak diperlukan. 




Tumor Ditemukan Secara Tidak Sengaja

Salah satu fakta menarik dalam kasus ini adalah bagaimana tumor pada paru-paru Paus pertama kali ditemukan.  Menurut Associated Press, dokter mendeteksi adanya nodul atau benjolan kecil ketika Paus menjalani pemeriksaan rutin pada bagian perut.  Penemuan tersebut tidak berawal dari keluhan khusus mengenai gangguan pernapasan.  Stefano Margaritora, yang juga menjabat sebagai kepala bedah toraks di Rumah Sakit Gemelli, menjelaskan bahwa nodul ditemukan secara kebetulan melalui pemeriksaan medis.  Setelah menjalani evaluasi, tim dokter memutuskan melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang terkena penyakit.  Paus sendiri telah menyampaikan kepada umat mengenai rencana operasi tersebut pada 11 Oktober 2026, ketika memberikan berkat Minggu dari Vatikan.  Pengumuman itu menarik perhatian karena disampaikan secara terbuka sebelum prosedur dilakukan.  Deutsche Welle mencatat bahwa keterbukaan tersebut berbeda dari tradisi kerahasiaan yang selama ini sering menyertai informasi mengenai kesehatan pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Penyampaian informasi secara langsung membantu masyarakat mengetahui perkembangan kesehatan Paus melalui keterangan medis yang dapat dipertanggungjawabkan. 




Paus Sudah Kembali Menyapa Umat

Setelah menjalani operasi pada 13 Oktober, Paus Leo XIV diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Gemelli pada Sabtu, 17 Oktober 2026.  Masa perawatan tersebut berlangsung empat hari, lebih singkat daripada perkiraan awal yang mencapai sekitar satu minggu.  Paus kemudian kembali ke Vatikan dan mulai menjalankan kegiatan secara bertahap.  Pada Minggu, 18 Oktober, ia menyampaikan berkat kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus.  Tiga hari kemudian, Rabu, 21 Oktober, Paus kembali memimpin audiensi umum mingguan di tempat yang sama.  Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada umat yang telah mendoakan kesembuhannya.  Menurut Reuters, penampilan tersebut menjadi audiensi umum pertama Paus sejak menjalani operasi kanker paru-paru.  Paus juga tetap menjalankan sejumlah tanggung jawab selama menjalani perawatan di rumah sakit.  Associated Press melaporkan bahwa ia masih melakukan komunikasi resmi, termasuk percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai persoalan kemanusiaan di Ukraina.  Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa sebagian tanggung jawab kepemimpinan gereja tetap berjalan selama masa pemulihannya. 




Kunjungan ke Amerika Selatan Masih Menjadi Perhatian

Salah satu agenda besar Paus berikutnya adalah perjalanan ke tiga negara Amerika Selatan pada 6–17 November 2026. Perjalanan tersebut direncanakan mencakup Uruguay, Argentina, dan Peru.  Menurut Associated Press, agenda itu melibatkan sekitar 12 penerbangan, dua perjalanan helikopter, serta kunjungan ke sejumlah lokasi dengan ketinggian tertentu.  Jadwal tersebut membutuhkan kesiapan fisik yang memadai, terutama karena Paus baru menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru.  Dokter bedah Stefano Margaritora sebelumnya menyatakan tidak menemukan alasan klinis yang mengharuskan pembatalan perjalanan.Namun, Reuters melaporkan bahwa Sekretaris Negara Vatikan mengindikasikan kemungkinan penyesuaian intensitas kegiatan agar proses pemulihan tetap berjalan baik.  Karena itu, pernyataan dokter tidak boleh diartikan sebagai kepastian bahwa seluruh agenda perjalanan akan berlangsung tanpa perubahan.Keputusan akhir mengenai jadwal dan kegiatan masih perlu mengikuti perkembangan kesehatan Paus serta pengumuman resmi Vatikan. 




Kesehatan Paus Penting bagi Kelangsungan Pelayanan Gereja

Paus Leo XIV merupakan pemimpin pertama Gereja Katolik yang lahir di Amerika Serikat. Ia terpilih pada Mei 2025 dan kini memimpin komunitas Katolik dunia yang beranggotakan sekitar 1,4 miliar umat.  Sebelum mengalami gangguan kesehatan, Paus dikenal memiliki gaya hidup aktif, termasuk kebiasaan berolahraga.  Operasi pada Oktober 2026 menjadi peristiwa kesehatan besar pertama dalam masa kepemimpinannya yang telah berlangsung sekitar 17 bulan.  Bagi Gereja Katolik, kondisi kesehatan Paus mempunyai arti penting karena berkaitan dengan pelayanan pastoral, kegiatan internasional, serta pelaksanaan berbagai tanggung jawab kepemimpinan.  Kepastian bahwa terapi kanker tambahan tidak diperlukan memberikan ruang bagi Paus untuk melanjutkan proses pemulihan tanpa harus langsung menjalani rangkaian pengobatan lain.  Meski demikian, pemulihan setelah operasi besar tetap membutuhkan perhatian medis dan pengaturan aktivitas yang sesuai.  Perkembangan terbaru menunjukkan hasil pemeriksaan yang menggembirakan, tetapi tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan pemantauan kesehatan.  Dengan hasil tersebut, Paus Leo XIV dapat melanjutkan kegiatan secara bertahap sambil mempersiapkan agenda pelayanan berikutnya.  Bagi umat Katolik di berbagai negara, pengumuman Vatikan pada 21 Oktober menjadi kabar positif setelah beberapa hari penuh perhatian terhadap kondisi kesehatan pemimpin gereja tersebut.




Sumber: Reuters, AP News, Deutsche Welle, Vatican News.