Real Madrid tampil meyakinkan sebelum menghadapi Barcelona
Real Madrid meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Sevilla dalam lanjutan pekan kesembilan Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabéu, Minggu, 18 Oktober 2026. Kylian Mbappé menjadi sorotan setelah mencetak dua gol, sedangkan Arda Güler dan Yan Diomande masing-masing menyumbangkan satu gol untuk tuan rumah.
Kemenangan ini penting bagi Madrid karena diraih satu pekan sebelum menghadapi rival utamanya, Barcelona, dalam pertandingan El Clásico. Hasil tersebut membawa Madrid mengumpulkan 21 poin dan menempati posisi ketiga klasemen sementara. Mereka tertinggal satu poin dari Atlético Madrid dan enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen. Sevilla, sementara itu, berada di posisi keenam dengan 14 poin.
Menurut laporan Reuters yang diterbitkan pada 18 Oktober, Madrid juga mencatatkan kemenangan ketiga berturut-turut di semua kompetisi setelah jeda internasional. Penampilan kolektif yang lebih tajam menjadi modal penting bagi tim asuhan José Mourinho menjelang rangkaian pertandingan besar berikutnya.
Laporan Associated Press yang diterbitkan melalui FOX Sports juga menyoroti kontribusi Mbappé dalam kemenangan tersebut. Penyerang asal Prancis itu mencetak gol melalui aksi individu dan tendangan penalti, membantu Madrid tetap berada dalam persaingan papan atas Liga Spanyol.
Arda Güler membuka keunggulan Madrid
Pertandingan sempat berjalan relatif hati-hati pada awal babak pertama. Madrid kemudian meningkatkan intensitas serangan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-30.
Güler menyelesaikan serangan yang dibangun melalui kerja sama Jude Bellingham dan Diomande. Pemain asal Turki tersebut melepaskan tembakan akurat dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut atas gawang Sevilla, membuat kiper Odysseas Vlachodimos kesulitan menghentikannya.
Gol tersebut memberi Madrid keunggulan sekaligus menghidupkan permainan di Bernabéu. Güler kembali memperlihatkan perannya dalam membangun serangan, sementara Diomande aktif memberikan ancaman dari sisi lapangan.
Tujuh menit kemudian, Madrid menggandakan keunggulan melalui Mbappé. Penyerang tersebut menerima bola di area berbahaya, melakukan putaran cepat untuk melepaskan diri dari penjagaan lawan, lalu menaklukkan Vlachodimos dengan penyelesaian yang tenang.
Madrid menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0. Dua gol itu memperlihatkan efektivitas serangan tuan rumah setelah sebelumnya kesulitan menciptakan peluang bersih pada awal pertandingan.
Mbappé mencetak gol kedua melalui penalti Panenka
Sevilla mencoba bangkit pada babak kedua dan sempat memperoleh peluang untuk memperkecil ketertinggalan. Félix Correia mendapatkan kesempatan berbahaya, tetapi upayanya berhasil digagalkan melalui intervensi penting Federico Valverde yang dimainkan sebagai bek kanan.
Madrid kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-63. Diomande berhasil mengeksploitasi ruang di pertahanan Sevilla dan mengirim Mbappé ke area penalti. Andrés Castrín menjatuhkan penyerang Prancis tersebut sehingga wasit memberikan tendangan penalti.
Mbappé mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor dan memilih teknik Panenka, yakni mencungkil bola secara lembut ke tengah gawang ketika kiper bergerak menjatuhkan diri. Eksekusi itu berhasil, membuat Madrid unggul 3-0.
Gol tersebut sekaligus melengkapi penampilan dua gol Mbappé pada pertandingan ini. Kombinasi kemampuan individu, pergerakan tanpa bola, dan ketenangannya dalam mengeksekusi penalti menjadi bagian penting dari kemenangan Madrid.
Meski demikian, Sevilla belum menyerah. Pada menit ke-80, Manu Bueno memanfaatkan kehilangan bola Madrid di area pertahanan sendiri dan mencetak gol untuk memperkecil kedudukan menjadi 3-1.
Harapan Sevilla untuk menekan Madrid kembali mendapat pukulan hanya dua menit kemudian. Diomande melakukan pergerakan individu dan melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola bersarang di gawang Sevilla, memastikan kemenangan Madrid dengan skor akhir 4-1.
Vinícius absen, Militão kembali setelah cedera panjang
Madrid menjalani pertandingan ini tanpa Vinícius Júnior yang sedang menjalani hukuman larangan bermain. Meski kehilangan salah satu pemain menyerang andalannya, tim tetap mampu mencetak empat gol melalui tiga pemain berbeda.
Kemenangan tersebut juga diwarnai kembalinya bek Éder Militão ke lapangan. Pemain asal Brasil itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-85, untuk pertama kalinya tampil sejak menjalani operasi akibat cedera hamstring pada April 2026.
Kembalinya Militão memberikan tambahan pilihan bagi Mourinho dalam mengatur lini pertahanan. Reuters melaporkan bahwa kehadirannya disambut tepuk tangan penonton di Bernabéu setelah melewati masa pemulihan yang panjang.
Bagi Madrid, pertandingan ini bukan hanya tentang tiga poin. Performa menyerang yang lebih efektif dan kembalinya pemain bertahan penting menjadi dua aspek positif menjelang jadwal padat.
El Clásico menjadi ujian berikutnya
Setelah kemenangan atas Sevilla, Madrid akan menghadapi RB Leipzig dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu, 21 Oktober, sebelum bertandang menghadapi Barcelona pada Minggu, 25 Oktober, menurut jadwal yang dilaporkan media.
Pertandingan melawan Barcelona berpotensi memengaruhi persaingan di papan atas Liga Spanyol. Madrid kini mengoleksi 21 poin, sedangkan Barcelona unggul enam poin. Selisih tersebut membuat pertemuan kedua tim menjadi kesempatan penting bagi Madrid untuk memperkecil jarak.
Namun, kemenangan atas Sevilla tidak otomatis menjamin hasil serupa dalam El Clásico. Barcelona memulai musim dengan performa liga yang kuat, sementara Madrid perlu mempertahankan konsistensi di tengah jadwal kompetisi domestik dan Eropa.
Untuk sementara, hasil 4-1 ini memberi Madrid momentum positif. Mbappé menunjukkan ketajamannya, Güler dan Diomande ikut berkontribusi dalam serangan, sementara kembalinya Militão menambah opsi di lini belakang. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan performa tersebut ketika menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Sumber: FOX Sports, Reuters.