Google memperluas program kemitraan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan melibatkan lebih dari 400 penerbit di seluruh dunia. Langkah ini memberikan kesempatan kepada perusahaan media untuk memperoleh pembayaran atas penggunaan konten mereka dalam pengembangan fitur AI, sekaligus membuka babak baru dalam hubungan antara perusahaan teknologi dan industri jurnalistik.
Dalam pengumuman pada 15 Oktober 2026, Google menyebut sejumlah penerbit baru telah bergabung, termasuk CNN, Financial Times, Axios, dan Forbes. Program tersebut juga mencakup penerbit lokal Amerika Serikat, seperti Post and Courier, Texas Tribune, Oil City News, dan Shaw Media.
Program bernama News AI itu sebelumnya diluncurkan sebagai proyek percontohan bersama sejumlah mitra, termasuk The Washington Post dan The Washington Examiner. Kini, cakupannya berkembang menjadi lebih dari 400 publikasi secara global.
Google menjelaskan bahwa program tersebut menggunakan skema lisensi. Perusahaan membayar penerbit yang berpartisipasi untuk menyediakan dan mengizinkan penggunaan konten yang diperkaya guna mengembangkan fitur AI baru.
Fitur yang disebutkan mencakup ringkasan artikel mendalam pada halaman penerbit di Google News serta pengarahan audio yang dapat disesuaikan untuk pendengar. Google juga menyatakan bahwa fitur tersebut akan dilengkapi atribusi yang jelas dan tautan langsung menuju sumber berita.
Namun, perusahaan tidak mengungkapkan nilai pembayaran maupun rincian finansial setiap perjanjian. Karena itu, belum tersedia informasi publik yang cukup untuk mengukur besarnya pendapatan yang akan diterima masing-masing penerbit dari program ini.
CNN, Financial Times, dan Axios Bergabung
Bergabungnya sejumlah media besar memperlihatkan bahwa kemitraan komersial dengan perusahaan AI menjadi salah satu pendekatan yang ditempuh industri berita untuk menghadapi perubahan teknologi.
Reuters melaporkan bahwa partisipasi CNN dalam program tersebut merupakan kemitraan pertamanya sejak Paramount Skydance menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Discovery. CEO David Ellison berupaya memosisikan perusahaan gabungan itu sebagai bisnis media yang semakin berorientasi pada teknologi.
Bagi CNN, kemitraan tersebut sejalan dengan strategi untuk melindungi kekayaan intelektual sekaligus mengeksplorasi cara baru menjangkau pembaca. Perusahaan itu juga menyatakan telah memiliki kemitraan komersial lain dan masih melakukan pembicaraan dengan pelaku industri lainnya. Reuters
Meskipun demikian, bergabungnya penerbit dalam program lisensi tidak berarti semua persoalan mengenai penggunaan konten jurnalistik oleh AI telah terselesaikan. Perjanjian tersebut memiliki ruang lingkup tertentu, sedangkan pertanyaan mengenai penggunaan karya media dalam pelatihan model AI dan produk lainnya dapat melibatkan persoalan hukum serta kesepakatan yang berbeda.
Dengan lebih dari 400 publikasi yang berpartisipasi, Google berupaya membangun hubungan komersial dengan berbagai jenis penerbit, mulai dari perusahaan media internasional hingga organisasi berita lokal. Namun, jumlah peserta saja belum dapat menunjukkan seberapa besar manfaat ekonomi yang diterima industri secara keseluruhan.
Google Perbaiki Tampilan Tautan dalam Hasil AI
Pada hari yang sama, Google juga mengumumkan perubahan pada tampilan tautan di fitur pencarian berbasis AI. Menurut laporan The Verge pada 15 Oktober, perusahaan berupaya membuat tautan ke sumber informasi tampil lebih menonjol dan lebih sering muncul di bagian atas jawaban AI.
Perubahan tersebut berkaitan dengan AI Overviews dan AI Mode, dua pengalaman pencarian yang menyajikan jawaban dalam format yang disesuaikan menggunakan teknologi AI.
Google juga menguji penempatan tautan yang relevan di bagian atas jawaban untuk pertanyaan tertentu. Selain itu, perusahaan memperluas tampilan kumpulan tautan untuk artikel terkini ke lebih banyak wilayah dan bahasa, memperbaiki tampilan tautan di bagian akhir jawaban dengan gambar mini, serta menguji tautan menuju profil penerbit dan kreator. The Verge
Pembaruan ini penting karena cara pengguna mencari informasi terus berubah. Dalam pencarian tradisional, pengguna umumnya memilih sebuah tautan dari daftar hasil untuk membaca artikel lengkap. Sebaliknya, jawaban yang dihasilkan AI dapat memberikan rangkuman informasi langsung di halaman pencarian.
Perubahan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan penerbit bahwa pengguna akan merasa cukup dengan jawaban AI tanpa mengunjungi situs berita asli. Jika jumlah kunjungan menurun, penerbit berpotensi menghadapi tekanan terhadap pendapatan iklan, langganan, dan saluran distribusi konten lainnya.
Google menyatakan bahwa penempatan tautan yang lebih jelas dimaksudkan untuk membantu pengguna menemukan sumber informasi. Namun, dampak perubahan tampilan tersebut terhadap jumlah kunjungan ke situs penerbit masih perlu dinilai berdasarkan data penggunaan nyata.
Industri Berita Menghadapi Persoalan Hak Cipta
Ekspansi program lisensi Google berlangsung ketika penggunaan konten jurnalistik oleh perusahaan AI menjadi sumber perdebatan di industri media.
Penerbit membutuhkan sumber pendapatan untuk membiayai peliputan, verifikasi informasi, investigasi, dan produksi berita. Pada saat yang sama, perusahaan teknologi membutuhkan informasi berkualitas untuk mengembangkan layanan yang dapat menjawab pertanyaan pengguna serta menyajikan konteks dari berbagai sumber.
Reuters mencatat bahwa sejumlah penerbit meningkatkan upaya hukum untuk mencegah perusahaan AI menggunakan konten mereka tanpa izin dalam pelatihan model bahasa besar. Persoalan lainnya adalah berkurangnya kunjungan rujukan ketika mesin pencari menyediakan jawaban yang dihasilkan AI secara langsung. Reuters
Dalam situasi tersebut, lisensi berbayar dapat menjadi salah satu mekanisme untuk membangun hubungan komersial antara penerbit dan perusahaan teknologi. Akan tetapi, efektivitasnya bergantung pada ketentuan kontrak, nilai pembayaran, cakupan penggunaan konten, dan kemampuan penerbit mempertahankan hubungan langsung dengan pembacanya.
Belum ada rincian publik yang cukup untuk menyimpulkan apakah pembayaran dari program Google akan menggantikan potensi pendapatan yang hilang akibat perubahan pola kunjungan pengguna. Setiap penerbit juga dapat memiliki posisi tawar, ukuran audiens, dan kebutuhan bisnis yang berbeda.
Tantangan Berikutnya: Menjaga Kualitas dan Keberlanjutan Media
Perluasan program News AI menunjukkan bahwa hubungan antara mesin pencari, AI generatif, dan penerbit berita sedang mengalami perubahan. Google menawarkan pembayaran lisensi serta fitur yang dirancang untuk membantu pengguna menemukan konten, sementara penerbit berusaha menjaga nilai ekonomi karya jurnalistik mereka.
Keberhasilan pendekatan ini tidak cukup diukur dari jumlah penerbit yang bergabung. Industri juga perlu melihat apakah fitur baru benar-benar meningkatkan keterlihatan sumber, mendatangkan pembaca, dan memberikan pendapatan yang sepadan dengan nilai konten yang digunakan.
Bagi pengguna, tautan sumber yang jelas dapat membantu memeriksa informasi lebih lanjut dan membaca laporan secara utuh. Bagi penerbit, tantangannya adalah memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak mengurangi kemampuan mereka membiayai produksi berita berkualitas.
Dengan lebih dari 400 publikasi dalam program tersebut, Google telah memperluas jangkauan kemitraannya secara signifikan. Namun, dampak jangka panjangnya terhadap pendapatan media, hak cipta, dan kebiasaan membaca masih perlu diamati seiring berkembangnya layanan pencarian berbasis AI.
Sumber: Reuters, The Verge, Google.