Dukung Login

ASICS x atmos Rilis Sneakers ARCHIPELAGO Terinspirasi Pandan Indonesia

🌐 09 Oct 2026
👁 56 Views | X

Jakarta - Unsur budaya Indonesia kembali mendapat tempat dalam industri fashion internasional. Kali ini, tanaman pandan yang identik dengan aroma kue tradisional, makanan rumahan, dan kuliner Nusantara menjadi inspirasi desain sepatu kolaborasi ASICS dan atmos Indonesia. Produk bernama GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO tersebut memadukan identitas lokal dengan gaya sneakers modern yang mengusung estetika vintage-tech.

Kolaborasi ini diperkenalkan di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026, melalui instalasi pop-up di Plaza Senayan. Sepatu tersebut kemudian resmi diluncurkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, melalui gerai atmos di Indonesia, Jepang, Malaysia, dan Filipina, serta kanal resmi ASICS Indonesia. Peluncuran ini menjadi kolaborasi perdana ASICS dan atmos Indonesia yang mengangkat keberagaman budaya Nusantara sebagai gagasan utama desainnya. 

Mengutip laporan detikcom dan Liputan6, inspirasi ARCHIPELAGO berangkat dari identitas Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau. Alih-alih menggunakan simbol tradisional secara harfiah, kedua merek menerjemahkan kedekatan masyarakat dengan alam dan budaya Indonesia melalui pemilihan warna, material, serta pengalaman visual yang menyertai peluncuran produk. 




Pandan Menjadi Inspirasi Warna dan Cerita

Pandan dipilih karena memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tanaman ini dikenal melalui aroma khasnya yang banyak ditemukan dalam kue tradisional dan berbagai hidangan penutup.

Dalam desain ARCHIPELAGO, karakter tersebut diterjemahkan melalui dominasi warna hijau pandan. Warna ini dipadukan dengan aksen merah, putih gading atau off-white, serta warna netral hangat untuk menghasilkan tampilan yang tetap relevan dengan gaya urban kontemporer.

President Director atmos Indonesia, Marcel Lukman, menjelaskan bahwa inspirasi warna hijau juga datang dari lingkungan keseharian masyarakat. Nuansa tersebut dapat ditemukan dalam elemen arsitektur Indonesia maupun berbagai tempat kuliner, termasuk warung makan yang menjadi bagian dari kehidupan perkotaan.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana benda-benda yang akrab dengan kehidupan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi elemen desain produk modern. Pandan bukan sekadar pilihan warna, melainkan bagian dari narasi yang menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan identitas budaya.

Nama ARCHIPELAGO sendiri merujuk pada karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Gagasan tersebut menggambarkan keberagaman wilayah, budaya, dan tradisi yang tetap terhubung dalam satu identitas nasional. 




Menggabungkan Desain Retro dan Teknologi Modern

Dari segi tampilan, GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO menggunakan pendekatan vintage-tech yang menggabungkan karakter sepatu olahraga klasik dengan detail modern.

Bagian atas sepatu atau upper mengadaptasi siluet GEL-KAYANO 12, dengan material open mesh dan lapisan silver synthetic overlays. Detail TPU cutting-welder turut mempertegas karakter teknis pada tampilannya.

Perpaduan tersebut memberikan kesan retro-futuristik tanpa meninggalkan identitas dasar sneakers olahraga. Penggunaan material berlapis juga menciptakan kontras visual antara permukaan mesh dan elemen sintetis yang lebih tegas.

Namun, kolaborasi ini tidak hanya menitikberatkan pada penampilan. Bagian sol menggunakan tooling dari GEL-NIMBUS 17, dilengkapi teknologi FLUIDRIDE serta bantalan GEL di bagian depan dan belakang kaki.


Konstruksinya juga memadukan teknologi FlyteFoam dan FF BLAST. Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung bantalan, respons, stabilitas, dan kenyamanan ketika sepatu digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

President Director ASICS Indonesia, Yuya Sugiyama, menyebut kolaborasi tersebut sebagai upaya menggabungkan kenyamanan khas ASICS dengan estetika yang merepresentasikan identitas budaya lokal. Dengan demikian, produk ini ditempatkan bukan hanya sebagai barang fashion, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup aktif. 




Pop-up di Plaza Senayan Hadirkan Pengalaman Sensorik

Untuk memperkenalkan konsep di balik produk, ASICS dan atmos menghadirkan instalasi pop-up di Plaza Senayan, Jakarta, pada 8–12 Oktober 2026.

Pengunjung dapat mengikuti pengalaman yang menggabungkan cerita budaya, elemen sensorik, dan presentasi visual. Salah satu unsur yang ditonjolkan adalah aroma pandan, yang membawa inspirasi kuliner Indonesia ke dalam ruang pamer fashion.

Pendekatan tersebut membuat pengenalan produk tidak hanya berpusat pada bentuk sepatu. Pengunjung juga diajak memahami hubungan antara warna, aroma, dan pengalaman budaya yang melatarbelakangi desainnya.

Bagi Marcel Lukman, pandan dan gula merah juga memiliki kaitan dengan kenangan terhadap kuliner Indonesia, termasuk ketika seseorang berada jauh dari tanah air. Pengalaman personal seperti ini menjadi bagian dari cerita yang membuat inspirasi lokal terasa dekat dengan konsumen.

Kampanye visual kolaborasi tersebut turut dikembangkan bersama sineas Indonesia Edwin. Melalui pendekatan visual dan narasi budaya, kampanye ini memperluas presentasi produk dari sekadar sneakers menjadi medium untuk menceritakan identitas Indonesia dalam bahasa fashion kontemporer. 




Identitas Lokal dalam Industri Sneakers Global

Kolaborasi ARCHIPELAGO memperlihatkan salah satu cara unsur budaya lokal dapat diterapkan dalam industri fashion modern. Alih-alih menghadirkan motif tradisional secara langsung, inspirasi Indonesia diterjemahkan melalui elemen yang lebih subtil, seperti warna pandan, gagasan kepulauan, dan pengalaman sensorik.

Strategi tersebut memungkinkan produk mempertahankan karakter desain internasional sekaligus menghadirkan cerita yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Indonesia.

Bagi industri sneakers, pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa identitas lokal dapat menjadi bagian dari pengembangan produk tanpa harus mengorbankan fungsi dan kenyamanan. Penggabungan material, teknologi bantalan, serta narasi budaya menghadirkan beberapa lapisan nilai dalam satu produk.

Meski demikian, penerimaan pasar terhadap kolaborasi ini belum dapat disimpulkan hanya dari peluncurannya. Informasi mengenai angka penjualan, jumlah produksi, dan respons konsumen secara keseluruhan belum tersedia dalam laporan yang menjadi dasar artikel ini.


Yang sudah terlihat adalah upaya menghubungkan teknologi olahraga dengan ekspresi budaya. Melalui GEL-KAYANO 12.1 ARCHIPELAGO, ASICS dan atmos membawa inspirasi yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia ke dalam desain sneakers bergaya modern.

Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana pandan, yang selama ini lebih dikenal dalam dunia kuliner, dapat memperoleh interpretasi baru dalam fashion. Identitas lokal hadir bukan hanya sebagai ornamen, melainkan sebagai cerita yang menyertai desain, pengalaman pengunjung, dan cara sebuah produk diperkenalkan kepada pasar internasional.




Sumber: detikcom, fimela, Liputan6