Dukung Login

Survei ungkap Gen Z dan Milenial Indonesia makin peduli kesehatan

🌐 06 Oct 2026
👁 89 Views | X

Perhatian generasi muda Indonesia terhadap kesehatan dan kebugaran menunjukkan perubahan yang semakin kuat. Gen Z dan Milenial kini tidak hanya memandang kesehatan dari sisi fisik, tetapi mulai memperhatikan aspek mental, emosional, dan sosial secara lebih menyeluruh.

Gambaran tersebut terlihat dalam Asia Pacific Wellness Culture Survey 2026 yang dirilis Herbalife Indonesia dan diberitakan ANTARA pada Senin, 5 Oktober 2026. Survei tersebut menunjukkan 72 persen Gen Z dan 79 persen Milenial di Indonesia mengaku lebih sering melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran dibandingkan tiga tahun sebelumnya.




Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 71 persen. Temuan ini menunjukkan perhatian terhadap wellness atau kebugaran secara menyeluruh semakin menjadi bagian dari kehidupan generasi muda Indonesia.

Perubahan tersebut juga terlihat dari jenis aktivitas yang semakin populer. Menurut laporan ANTARA, aktivitas seperti lari, padel, pickleball, gym, pilates, futsal, dan hiking semakin banyak diminati generasi muda.

Tren tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik tidak lagi semata-mata ditempatkan sebagai kegiatan olahraga yang dilakukan sesekali. Bagi sebagian masyarakat muda, olahraga mulai menjadi bagian dari rutinitas dan gaya hidup sehari-hari.

Survei tersebut juga menggambarkan adanya perubahan cara pandang terhadap kesehatan. Perhatian tidak hanya diberikan kepada kebugaran tubuh, tetapi juga aspek mental, emosional, dan hubungan sosial. Konsep kesehatan yang lebih holistik tersebut membuat aktivitas fisik menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.

Director & General Manager Herbalife Indonesia Oktrianto Wahyu Jatmiko mengatakan perubahan perilaku tersebut terlihat dari semakin populernya berbagai aktivitas olahraga dan kebugaran di kalangan generasi muda.






Gaya Hidup dan Risiko Penyakit

Perubahan pola hidup menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan perhatian terhadap penyakit tidak menular. Pada hari yang sama, Bisnis.com menyoroti meningkatnya perhatian terhadap risiko penyakit jantung pada kelompok usia produktif.

Dalam laporan tersebut, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pondok Indah Pondok Indah, Nanda Iryuza, menyebut penyakit jantung tidak lagi hanya menjadi persoalan kelompok usia lanjut. Perubahan gaya hidup, kurang bergerak, pola makan yang tidak sehat, merokok, obesitas, dan stres turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Faktor risiko yang dapat dikendalikan antara lain kebiasaan merokok, kurang olahraga, konsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh, kolesterol, dan gula yang tinggi, serta stres. Sementara usia dan faktor genetik termasuk faktor yang tidak dapat diubah.

Kedua laporan tersebut menunjukkan sisi yang saling berkaitan. Di satu sisi, semakin banyak generasi muda yang mulai meningkatkan aktivitas kesehatan dan kebugaran. Di sisi lain, perubahan pola hidup tetap menjadi perhatian karena sejumlah kebiasaan sehari-hari dapat memengaruhi risiko kesehatan dalam jangka panjang.




Olahraga Menjadi Bagian dari Aktivitas Sosial

Menariknya, perkembangan gaya hidup sehat tidak hanya terlihat dari aktivitas olahraga individual. Lari, misalnya, berkembang menjadi kegiatan yang juga melibatkan komunitas dan interaksi sosial.

Aktivitas seperti lari bersama, gym, dan olahraga rekreasi memungkinkan seseorang menjaga kebugaran sekaligus bertemu dengan orang lain. Perubahan ini memperlihatkan bahwa konsep wellness semakin luas, tidak hanya berhubungan dengan kemampuan fisik.

Survei yang dikutip ANTARA juga menempatkan aspek sosial dan emosional sebagai bagian dari kesehatan holistik. Dengan demikian, kegiatan yang membuat seseorang tetap aktif sekaligus berinteraksi dengan lingkungan dapat menjadi bagian dari pola hidup yang lebih seimbang.

Namun, meningkatnya minat terhadap olahraga tidak otomatis berarti seseorang terbebas dari risiko kesehatan. Pilihan makanan, kualitas tidur, kebiasaan merokok, tingkat stres, dan faktor keturunan tetap berpengaruh terhadap kondisi tubuh.

Karena itu, tren wellness perlu dilihat sebagai perubahan kebiasaan secara menyeluruh, bukan sekadar meningkatnya jumlah orang yang berolahraga. Aktivitas fisik merupakan salah satu komponen, sementara pola makan, pengelolaan stres, istirahat, serta pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh.






Wellness Makin Menjadi Gaya Hidup

Data survei terbaru memberikan gambaran bahwa wellness semakin masuk ke dalam gaya hidup generasi muda Indonesia. Pilihan aktivitas seperti lari, padel, pilates, hiking hingga gym menunjukkan adanya variasi cara masyarakat menjaga kebugaran sesuai minat dan lingkungan sosial mereka.

Pada saat yang sama, perhatian terhadap risiko penyakit jantung dan faktor gaya hidup menunjukkan bahwa perubahan kebiasaan memiliki arti lebih luas daripada sekadar mengikuti tren olahraga.

Bagi Gen Z dan Milenial, kesehatan semakin dipahami sebagai bagian dari kualitas hidup. Tubuh yang aktif, kondisi mental yang diperhatikan, hubungan sosial yang tetap terjaga, serta kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat menjadi unsur yang mulai dipertimbangkan secara bersamaan.

Perkembangan ini membuat industri olahraga, kebugaran, makanan, hingga layanan kesehatan berpotensi terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen muda. Namun, pada akhirnya, meningkatnya kesadaran wellness akan memiliki dampak paling nyata apabila diterjemahkan menjadi kebiasaan yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.




Sumber: Antaranews, Bisniscom