DARI SOPIR GRAB HINGGA PEMILIK BISNIS: CARA UBAH MOBIL LISTRIK
JADI MESIN PASSIVE INCOME
Pernahkah Anda berpikir bahwa sebuah mobil bukan hanya sekadar
alat transportasi, melainkan sebuah mesin penghasil uang yang
bekerja bahkan saat Anda tidur? Di tengah maraknya kendaraan
listrik dan berkembangnya ekosistem transportasi digital di
Indonesia, kini muncul peluang bisnis yang semakin banyak
dilirik oleh masyarakat luas - menjadikan mobil listrik sebagai
aset produktif penghasil passive income.
Tulisan ini mengulas secara menyeluruh bagaimana konsep tersebut
bekerja, siapa saja yang bisa melakukannya, dan apa saja yang
perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dalamnya.
SUDUT PANDANG BERBEDA: BUKAN SEKADAR BELI MOBIL
Kebanyakan orang membeli mobil dengan satu tujuan: dipakai
sendiri. Namun ada cara berpikir yang lebih strategis — membeli
mobil bukan hanya untuk digunakan, tetapi untuk menghasilkan
pendapatan secara berkelanjutan.
Konsep inilah yang menjadi fondasi program Avesta, sebuah
ekosistem bisnis rental mobil listrik yang dikelola oleh PT
Investama Manajemen Indonesia, anak perusahaan dari holding PT
9 Buana Benua Abadi. Program ini resmi bermitra dengan merek
kendaraan listrik Finfas (VinFast) asal Vietnam sejak 5 Maret
2026, dan dalam waktu kurang dari 50 hari kerja efektif, program
ini telah berhasil menjual lebih dari 650 unit mobil listrik
kepada para mitra bisnis di seluruh Indonesia.
Angka tersebut bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari pendekatan
pemasaran yang berbeda: alih-alih menjual mobil sebagai barang
konsumsi biasa, Avesta menawarkan mobil sebagai instrumen
investasi yang dapat menghasilkan penghasilan pasif setiap
bulannya.
SIAPA YANG BISA IKUT PROGRAM INI?
Salah satu keunggulan program ini adalah fleksibilitas modal
yang dibutuhkan. Anda tidak harus kaya raya untuk memulai.
Dengan modal mulai dari Rp25 juta, seseorang sudah bisa
memiliki unit mobil listrik Finfas tipe VFE 34, yang di pasaran
reguler dibanderol sekitar Rp400 jutaan.
Bagaimana bisa semurah itu? Karena program ini menawarkan dua
skema kepemilikan:
Pertama, skema pembelian lunas. Bagi Anda yang memiliki dana
segar (idle money) sebesar Rp400 juta, membeli secara lunas
adalah pilihan paling menguntungkan. Dengan skema ini, bagi
hasil yang diterima berkisar antara 70 hingga 80 persen dari
total pendapatan operasional, tanpa dipotong cicilan apapun.
Kedua, skema kredit atau cicilan. Bagi yang belum memiliki dana
penuh, tersedia opsi pembelian dengan uang muka. Bahkan dengan
Rp25 juta pun Anda sudah bisa masuk dan mulai menikmati bagi
hasil, meski tentu saja pendapatan bersih akan berkurang
karena ada kewajiban angsuran yang harus dibayarkan setiap
bulannya.
Yang lebih menarik lagi, dana Rp150 juta tidak hanya cukup
untuk satu unit, melainkan bisa digunakan untuk mendapatkan
hingga 10 unit mobil sekaligus melalui skema tertentu. Dengan
10 unit yang beroperasi secara bersamaan, arus kas (cash flow)
yang masuk tentu jauh lebih terasa dibandingkan hanya memiliki
satu unit.
BAGAIMANA SISTEM PENGELOLAANNYA BEKERJA?
Salah satu pertanyaan terbesar yang sering muncul adalah: "Siapa
yang mengurus mobilnya? Apakah saya harus terlibat langsung?"
Jawabannya: tidak. Inilah inti dari konsep passive income dalam
program ini. Setelah Anda resmi menjadi mitra bisnis dan
menyerahkan pengelolaan unit kepada Avesta, maka tugas operasional
sepenuhnya diambil alih oleh tim manajemen mereka.
Avesta akan mencarikan mitra driver — yakni pengemudi yang akan
mengoperasikan kendaraan Anda melalui platform transportasi
online seperti GoKar (taksi hijau milik VinFast) atau aplikasi
serupa. Mobil akan dioperasikan setiap hari, mengangkut
penumpang, dan menghasilkan pendapatan yang kemudian dibagi
sesuai kesepakatan.
Bagi hasil dibayarkan setiap enam bulan sekali. Perhitungan
dilakukan berdasarkan 28 hari operasional per bulan — bukan 30
hari — sebagai bentuk mitigasi risiko apabila kendaraan harus
masuk ke bengkel atau mengalami gangguan teknis. Kejujuran
dalam proyeksi finansial ini justru menjadi nilai lebih program
ini dibandingkan yang menjanjikan angka tidak realistis.
JAMINAN KEAMANAN: BUKAN SEKADAR KATA-KATA
Wajar apabila Anda bertanya-tanya soal keamanan aset Anda. Bagaimana
jika mitra driver nakal? Bagaimana jika mobil disalahgunakan atau
bahkan dijual tanpa izin?
Program Avesta telah menyiapkan beberapa lapis perlindungan:
Pertama, GPS ganda dengan kemampuan mematikan mesin dari jarak
jauh. Setiap unit dilengkapi lebih dari satu perangkat GPS yang
dipantau oleh tim shift selama 24 jam penuh. Jika kendaraan
terdeteksi keluar dari area Jabodetabek tanpa izin, mesin bisa
langsung dimatikan secara remote.
Kedua, daily checkpoint. Setiap hari dilakukan pemantauan rutin.
Jika suatu unit tidak melaporkan aktivitas dalam dua hari
berturut-turut, tim langsung melakukan investigasi.
Ketiga, kerja sama dengan jaringan penegak hukum. Avesta
bermitra dengan aparat berwenang sehingga jika terjadi
penyalahgunaan, penindakan bisa dilakukan dengan cepat.
Keempat, uji coba delapan bulan sebelum bermitra resmi dengan
Finfas. Periode trial ini justru menjadi bekal berharga karena
Avesta sudah menghadapi dan mempelajari berbagai skenario risiko
di lapangan, termasuk percobaan pengkanibalkan unit yang
ternyata gagal karena teknologi mobil listrik memang lebih
sulit dibongkar dibandingkan mobil konvensional.
Selain itu, BPKB dan STNK langsung atas nama mitra bisnis sejak
awal — bukan menunggu lunas 5 tahun. Ini artinya kepemilikan
legal Anda atas aset tersebut sudah diakui sejak hari pertama.
KEUNGGULAN MOBIL LISTRIK SEBAGAI ARMADA OPERASIONAL
Ada alasan kuat mengapa program ini memilih mobil listrik
sebagai instrumennya. Di luar aspek lingkungan, secara bisnis
mobil listrik menawarkan beberapa keunggulan nyata.
Biaya operasional lebih rendah. Tidak ada bahan bakar minyak,
perawatan mesin lebih sederhana, dan biaya servis berkala
lebih terjangkau dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
Kemudahan pengisian daya. Avesta bermitra dengan stasiun
pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai titik
strategis, termasuk di area Cilandak. Mitra driver bahkan
mendapatkan fasilitas pengisian daya gratis selama dua tahun
di beberapa lokasi mitra.
Keistimewaan kebijakan lalu lintas. Saat artikel ini ditulis,
kendaraan listrik mendapatkan pengecualian dari aturan ganjil-
genap di wilayah Jabodetabek, sehingga armada bisa beroperasi
lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak penumpang setiap
harinya.
Permintaan pasar yang tinggi. Kian banyak pengguna aplikasi
transportasi online yang secara aktif memilih kendaraan listrik
karena kenyamanan dan ketenangan kabin yang lebih baik. Ini
berarti demand terhadap armada taksi listrik terus meningkat.
PERJANJIAN KERJA SAMA YANG TRANSPARAN DAN LEGAL
Bagi Anda yang khawatir soal aspek legal, program ini
menjalankan seluruh proses melalui perjanjian kerja sama resmi
yang dilegalisasi oleh notaris (warmerking). Prosesnya pun
dibuat semudah mungkin — tidak perlu datang langsung ke kantor.
Dokumen perjanjian dikirimkan, ditandatangani oleh mitra, lalu
dikirim balik untuk kemudian didaftarkan ke notaris.
Perjanjian berlaku selama lima tahun dengan klausul yang
fleksibel: mitra bisnis boleh mengakhiri kerja sama kapan saja
apabila menginginkannya. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran
dari pihak mitra driver, pengelolaan akan langsung diputus.
Transparansi juga diterapkan dalam proyeksi keuangan. Prospektus
bisnis yang disiapkan secara jujur menghitung potensi pendapatan
berdasarkan 28 hari kerja per bulan — angka yang konservatif
namun lebih dapat diandalkan sebagai acuan pengambilan keputusan.
BONUS TAMBAHAN: MENGINAP GRATIS DI PIK 2
Karena holding perusahaan ini memiliki latar belakang di bidang
pengelolaan properti komersial, bergabung sebagai mitra Avesta
juga memberikan hak menginap gratis sebanyak enam malam per
tahun di kawasan PIK 2, Jakarta Utara.
Selama masa kerja sama lima tahun, total manfaat ini setara
dengan 30 malam menginap, bernilai sekitar Rp15 juta. Hak
menginap ini fleksibel: bisa digunakan sendiri, atau disewakan
kepada pihak lain dengan 100 persen hasil sewa menjadi milik
mitra sepenuhnya. Ini menjadi sumber pendapatan tambahan di
luar bagi hasil dari operasional armada.
INSPIRASI DARI ORANG YANG PERNAH DI TITIK TERENDAH
Di balik program ini terdapat kisah nyata yang patut dijadikan
renungan. Salah satu tokoh kunci di Avesta pernah mengalami
masa-masa sangat berat: dari seorang profesional sales dengan
penghasilan puluhan juta per bulan, terpuruk hingga titik
paling bawah akibat kesalahan pengelolaan keuangan dan kondisi
eksternal yang memperburuk keadaan.
Ia pernah menjadi juru parkir, menjual galon air secara
berkeliling, menjajakan parfum keliling kampung, hingga
mengangkat karpet berat sendirian sebagai driver pengiriman
barang. Pernah pula terjerat pinjaman online dan berada di
ambang keputusasaan.
Namun dari pengalaman itu justru lahir pemahaman mendalam
tentang pentingnya menciptakan sistem penghasilan yang tidak
bergantung pada tenaga fisik semata. Kini ia memimpin ekosistem
bisnis yang memberikan solusi nyata bagi mereka yang ingin
keluar dari keterbatasan finansial — bukan dengan jalan pintas
yang berisiko, melainkan melalui sistem bisnis yang terstruktur,
legal, dan terukur.
MOBIL BUKAN HANYA ASET, TAPI MESIN UANG
Mengubah mobil menjadi sumber passive income bukan lagi sekadar
mimpi. Dengan hadirnya ekosistem seperti Avesta dan kendaraan
listrik Finfas, pintu menuju pendapatan pasif kini semakin
terbuka lebar — bahkan bagi mereka yang memulai dengan modal
terbatas.
Kuncinya adalah mengubah cara pandang: bukan membeli mobil
untuk dipakai sendiri, melainkan membeli mobil untuk bekerja
menghasilkan uang. Dengan sistem pengelolaan yang transparan,
perlindungan aset berlapis, bagi hasil yang kompetitif, dan
legalitas yang terjamin, program ini menjadi salah satu opsi
investasi yang layak dipertimbangkan di era kendaraan listrik
ini.
Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut, mulailah dengan
meminta prospektus bisnis resmi, pelajari skema yang paling
sesuai dengan kondisi keuangan Anda, dan pastikan Anda memahami
seluruh klausul perjanjian sebelum mengambil keputusan.