Dukung Login

Cara Cerdas Ubah Mobil Listrik Jadi Passive Income Setiap Bulannya

🌐 30 May 2026
👁 59 Views | X

DARI SOPIR GRAB HINGGA PEMILIK BISNIS: CARA UBAH MOBIL LISTRIK

JADI MESIN PASSIVE INCOME


Pernahkah Anda berpikir bahwa sebuah mobil bukan hanya sekadar

alat transportasi, melainkan sebuah mesin penghasil uang yang

bekerja bahkan saat Anda tidur? Di tengah maraknya kendaraan

listrik dan berkembangnya ekosistem transportasi digital di

Indonesia, kini muncul peluang bisnis yang semakin banyak

dilirik oleh masyarakat luas - menjadikan mobil listrik sebagai

aset produktif penghasil passive income.

 

Tulisan ini mengulas secara menyeluruh bagaimana konsep tersebut

bekerja, siapa saja yang bisa melakukannya, dan apa saja yang

perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dalamnya.

 


 

SUDUT PANDANG BERBEDA: BUKAN SEKADAR BELI MOBIL


Kebanyakan orang membeli mobil dengan satu tujuan: dipakai

sendiri. Namun ada cara berpikir yang lebih strategis — membeli

mobil bukan hanya untuk digunakan, tetapi untuk menghasilkan

pendapatan secara berkelanjutan.

 

Konsep inilah yang menjadi fondasi program Avesta, sebuah

ekosistem bisnis rental mobil listrik yang dikelola oleh PT

Investama Manajemen Indonesia, anak perusahaan dari holding PT

9 Buana Benua Abadi. Program ini resmi bermitra dengan merek

kendaraan listrik Finfas (VinFast) asal Vietnam sejak 5 Maret

2026, dan dalam waktu kurang dari 50 hari kerja efektif, program

ini telah berhasil menjual lebih dari 650 unit mobil listrik

kepada para mitra bisnis di seluruh Indonesia.

 

Angka tersebut bukan kebetulan. Ini adalah hasil dari pendekatan

pemasaran yang berbeda: alih-alih menjual mobil sebagai barang

konsumsi biasa, Avesta menawarkan mobil sebagai instrumen

investasi yang dapat menghasilkan penghasilan pasif setiap

bulannya. 

 



SIAPA YANG BISA IKUT PROGRAM INI?


Salah satu keunggulan program ini adalah fleksibilitas modal

yang dibutuhkan. Anda tidak harus kaya raya untuk memulai.

Dengan modal mulai dari Rp25 juta, seseorang sudah bisa

memiliki unit mobil listrik Finfas tipe VFE 34, yang di pasaran

reguler dibanderol sekitar Rp400 jutaan.

 

Bagaimana bisa semurah itu? Karena program ini menawarkan dua

skema kepemilikan:

 

Pertama, skema pembelian lunas. Bagi Anda yang memiliki dana

segar (idle money) sebesar Rp400 juta, membeli secara lunas

adalah pilihan paling menguntungkan. Dengan skema ini, bagi

hasil yang diterima berkisar antara 70 hingga 80 persen dari

total pendapatan operasional, tanpa dipotong cicilan apapun.

 

Kedua, skema kredit atau cicilan. Bagi yang belum memiliki dana

penuh, tersedia opsi pembelian dengan uang muka. Bahkan dengan

Rp25 juta pun Anda sudah bisa masuk dan mulai menikmati bagi

hasil, meski tentu saja pendapatan bersih akan berkurang

karena ada kewajiban angsuran yang harus dibayarkan setiap

bulannya.

 

Yang lebih menarik lagi, dana Rp150 juta tidak hanya cukup

untuk satu unit, melainkan bisa digunakan untuk mendapatkan

hingga 10 unit mobil sekaligus melalui skema tertentu. Dengan

10 unit yang beroperasi secara bersamaan, arus kas (cash flow)

yang masuk tentu jauh lebih terasa dibandingkan hanya memiliki

satu unit.

 


 

BAGAIMANA SISTEM PENGELOLAANNYA BEKERJA?


Salah satu pertanyaan terbesar yang sering muncul adalah: "Siapa

yang mengurus mobilnya? Apakah saya harus terlibat langsung?"

 

Jawabannya: tidak. Inilah inti dari konsep passive income dalam

program ini. Setelah Anda resmi menjadi mitra bisnis dan

menyerahkan pengelolaan unit kepada Avesta, maka tugas operasional

sepenuhnya diambil alih oleh tim manajemen mereka.

 

Avesta akan mencarikan mitra driver — yakni pengemudi yang akan

mengoperasikan kendaraan Anda melalui platform transportasi

online seperti GoKar (taksi hijau milik VinFast) atau aplikasi

serupa. Mobil akan dioperasikan setiap hari, mengangkut

penumpang, dan menghasilkan pendapatan yang kemudian dibagi

sesuai kesepakatan.

 

Bagi hasil dibayarkan setiap enam bulan sekali. Perhitungan

dilakukan berdasarkan 28 hari operasional per bulan — bukan 30

hari — sebagai bentuk mitigasi risiko apabila kendaraan harus

masuk ke bengkel atau mengalami gangguan teknis. Kejujuran

dalam proyeksi finansial ini justru menjadi nilai lebih program

ini dibandingkan yang menjanjikan angka tidak realistis.

 


 

JAMINAN KEAMANAN: BUKAN SEKADAR KATA-KATA


Wajar apabila Anda bertanya-tanya soal keamanan aset Anda. Bagaimana

jika mitra driver nakal? Bagaimana jika mobil disalahgunakan atau

bahkan dijual tanpa izin?

 

Program Avesta telah menyiapkan beberapa lapis perlindungan:

 

Pertama, GPS ganda dengan kemampuan mematikan mesin dari jarak

jauh. Setiap unit dilengkapi lebih dari satu perangkat GPS yang

dipantau oleh tim shift selama 24 jam penuh. Jika kendaraan

terdeteksi keluar dari area Jabodetabek tanpa izin, mesin bisa

langsung dimatikan secara remote.

 

Kedua, daily checkpoint. Setiap hari dilakukan pemantauan rutin.

Jika suatu unit tidak melaporkan aktivitas dalam dua hari

berturut-turut, tim langsung melakukan investigasi.

 

Ketiga, kerja sama dengan jaringan penegak hukum. Avesta

bermitra dengan aparat berwenang sehingga jika terjadi

penyalahgunaan, penindakan bisa dilakukan dengan cepat.

 

Keempat, uji coba delapan bulan sebelum bermitra resmi dengan

Finfas. Periode trial ini justru menjadi bekal berharga karena

Avesta sudah menghadapi dan mempelajari berbagai skenario risiko

di lapangan, termasuk percobaan pengkanibalkan unit yang

ternyata gagal karena teknologi mobil listrik memang lebih

sulit dibongkar dibandingkan mobil konvensional.

 

Selain itu, BPKB dan STNK langsung atas nama mitra bisnis sejak

awal — bukan menunggu lunas 5 tahun. Ini artinya kepemilikan

legal Anda atas aset tersebut sudah diakui sejak hari pertama.

  



KEUNGGULAN MOBIL LISTRIK SEBAGAI ARMADA OPERASIONAL


Ada alasan kuat mengapa program ini memilih mobil listrik

sebagai instrumennya. Di luar aspek lingkungan, secara bisnis

mobil listrik menawarkan beberapa keunggulan nyata.

 

Biaya operasional lebih rendah. Tidak ada bahan bakar minyak,

perawatan mesin lebih sederhana, dan biaya servis berkala

lebih terjangkau dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

 

Kemudahan pengisian daya. Avesta bermitra dengan stasiun

pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai titik

strategis, termasuk di area Cilandak. Mitra driver bahkan

mendapatkan fasilitas pengisian daya gratis selama dua tahun

di beberapa lokasi mitra.

 

Keistimewaan kebijakan lalu lintas. Saat artikel ini ditulis,

kendaraan listrik mendapatkan pengecualian dari aturan ganjil-

genap di wilayah Jabodetabek, sehingga armada bisa beroperasi

lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak penumpang setiap

harinya.

 

Permintaan pasar yang tinggi. Kian banyak pengguna aplikasi

transportasi online yang secara aktif memilih kendaraan listrik

karena kenyamanan dan ketenangan kabin yang lebih baik. Ini

berarti demand terhadap armada taksi listrik terus meningkat.

 


 

PERJANJIAN KERJA SAMA YANG TRANSPARAN DAN LEGAL


Bagi Anda yang khawatir soal aspek legal, program ini

menjalankan seluruh proses melalui perjanjian kerja sama resmi

yang dilegalisasi oleh notaris (warmerking). Prosesnya pun

dibuat semudah mungkin — tidak perlu datang langsung ke kantor.

Dokumen perjanjian dikirimkan, ditandatangani oleh mitra, lalu

dikirim balik untuk kemudian didaftarkan ke notaris.

 

Perjanjian berlaku selama lima tahun dengan klausul yang

fleksibel: mitra bisnis boleh mengakhiri kerja sama kapan saja

apabila menginginkannya. Sebaliknya, jika ditemukan pelanggaran

dari pihak mitra driver, pengelolaan akan langsung diputus.

 

Transparansi juga diterapkan dalam proyeksi keuangan. Prospektus

bisnis yang disiapkan secara jujur menghitung potensi pendapatan

berdasarkan 28 hari kerja per bulan — angka yang konservatif

namun lebih dapat diandalkan sebagai acuan pengambilan keputusan.

  



BONUS TAMBAHAN: MENGINAP GRATIS DI PIK 2


Karena holding perusahaan ini memiliki latar belakang di bidang

pengelolaan properti komersial, bergabung sebagai mitra Avesta

juga memberikan hak menginap gratis sebanyak enam malam per

tahun di kawasan PIK 2, Jakarta Utara.

 

Selama masa kerja sama lima tahun, total manfaat ini setara

dengan 30 malam menginap, bernilai sekitar Rp15 juta. Hak

menginap ini fleksibel: bisa digunakan sendiri, atau disewakan

kepada pihak lain dengan 100 persen hasil sewa menjadi milik

mitra sepenuhnya. Ini menjadi sumber pendapatan tambahan di

luar bagi hasil dari operasional armada.

 


 

INSPIRASI DARI ORANG YANG PERNAH DI TITIK TERENDAH


Di balik program ini terdapat kisah nyata yang patut dijadikan

renungan. Salah satu tokoh kunci di Avesta pernah mengalami

masa-masa sangat berat: dari seorang profesional sales dengan

penghasilan puluhan juta per bulan, terpuruk hingga titik

paling bawah akibat kesalahan pengelolaan keuangan dan kondisi

eksternal yang memperburuk keadaan.

 

Ia pernah menjadi juru parkir, menjual galon air secara

berkeliling, menjajakan parfum keliling kampung, hingga

mengangkat karpet berat sendirian sebagai driver pengiriman

barang. Pernah pula terjerat pinjaman online dan berada di

ambang keputusasaan.

 

Namun dari pengalaman itu justru lahir pemahaman mendalam

tentang pentingnya menciptakan sistem penghasilan yang tidak

bergantung pada tenaga fisik semata. Kini ia memimpin ekosistem

bisnis yang memberikan solusi nyata bagi mereka yang ingin

keluar dari keterbatasan finansial — bukan dengan jalan pintas

yang berisiko, melainkan melalui sistem bisnis yang terstruktur,

legal, dan terukur.

  



MOBIL BUKAN HANYA ASET, TAPI MESIN UANG

 

Mengubah mobil menjadi sumber passive income bukan lagi sekadar

mimpi. Dengan hadirnya ekosistem seperti Avesta dan kendaraan

listrik Finfas, pintu menuju pendapatan pasif kini semakin

terbuka lebar — bahkan bagi mereka yang memulai dengan modal

terbatas.

 

Kuncinya adalah mengubah cara pandang: bukan membeli mobil

untuk dipakai sendiri, melainkan membeli mobil untuk bekerja

menghasilkan uang. Dengan sistem pengelolaan yang transparan,

perlindungan aset berlapis, bagi hasil yang kompetitif, dan

legalitas yang terjamin, program ini menjadi salah satu opsi

investasi yang layak dipertimbangkan di era kendaraan listrik

ini.

 

Jika Anda tertarik mengetahui lebih lanjut, mulailah dengan

meminta prospektus bisnis resmi, pelajari skema yang paling

sesuai dengan kondisi keuangan Anda, dan pastikan Anda memahami

seluruh klausul perjanjian sebelum mengambil keputusan.