Dukung Login

IHSG Menguat 0,46 Persen ke 6.036,89 di Akhir Pekan

🌐 03 Oct 2026
👁 110 Views | X

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, dengan penguatan 0,46 persen ke level 6.036,89. Pergerakan tersebut terjadi setelah IHSG sempat berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama. Data perdagangan menunjukkan indeks dibuka pada level 6.018,08 dan kemudian bergerak fluktuatif sepanjang sesi. 

Penguatan pada akhir perdagangan menjadi perkembangan penting di pasar saham Indonesia setelah IHSG sebelumnya melemah pada perdagangan Kamis, 1 Oktober. Pada perdagangan Jumat, indeks sempat turun hingga level 5.979,98 sebelum berbalik naik dan mencapai posisi tertinggi 6.053,23. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan berlangsung cukup dinamis sepanjang hari. 




Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi pada perdagangan Jumat mencapai sekitar Rp 12,25 triliun. Volume perdagangan tercatat 121,54 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 1,62 juta kali. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 319 saham ditutup menguat, sementara 337 saham melemah dan 134 saham tidak mengalami perubahan. 

Dari sisi sektoral, sektor teknologi menjadi kelompok dengan kenaikan terbesar. Berdasarkan data IDX-IC yang dihimpun Katadata, sektor teknologi naik 1,51 persen. Setelah itu, sektor energi menguat 1,12 persen dan sektor barang konsumen primer naik 0,67 persen. Beberapa sektor lainnya juga berada di zona positif, termasuk barang baku, properti, kesehatan, dan keuangan. 


Namun, tidak seluruh sektor bergerak naik. Sektor industri mengalami penurunan paling dalam, yakni 1,70 persen. Sektor transportasi dan logistik turun 1,38 persen, sedangkan sektor infrastruktur terkoreksi 0,90 persen. Barang konsumen non-primer juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,07 persen. 

Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menopang penguatan indeks. Bisnis.com mencatat saham DCI Indonesia atau DCII naik 3,66 persen menjadi Rp 200.900 per saham. Astra International atau ASII menguat 2,66 persen ke Rp 4.630, sedangkan Dian Swastatika Sentosa atau DSSA naik 1,79 persen menjadi Rp 1.140. Di kelompok LQ45, saham GoTo Gojek Tokopedia atau GOTO naik 7,14 persen menjadi Rp 30, sementara Bukit Asam atau PTBA menguat 4,26 persen ke Rp 3.180. 

Data Katadata juga mencatat bahwa BLTZ dan BSWD menjadi saham dengan kenaikan terbesar, masing-masing 25 persen. ROCK berada berikutnya dengan penguatan 24,89 persen. Di sisi lain, ALKA mengalami penurunan 14,98 persen, disusul CCSI yang melemah 14,89 persen dan HOPE yang turun 14,86 persen. Data tersebut menggambarkan adanya perbedaan pergerakan yang cukup lebar di antara saham-saham yang diperdagangkan pada hari itu. 




Selain IHSG, indeks LQ45 juga menguat. Metro TV mencatat LQ45 naik 3,08 poin atau 0,52 persen ke posisi 595,46. Pergerakan pasar tersebut berlangsung menjelang sejumlah rilis data ekonomi domestik yang akan menjadi perhatian pada pekan berikutnya. 

Perdagangan Jumat sekaligus menutup pekan pertama Oktober 2026. Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan bahwa investor masih menghadapi pasar yang bergerak fluktuatif. Penguatan indeks pada akhir sesi terjadi meskipun jumlah saham yang melemah, yakni 337 saham, masih lebih banyak dibandingkan saham yang menguat sebanyak 319 saham. 

Dengan demikian, penutupan IHSG pada level 6.036,89 menjadi salah satu perkembangan utama pasar saham Indonesia pada awal Oktober. Data perdagangan memperlihatkan penguatan indeks ditopang terutama oleh sejumlah sektor dan saham tertentu, sementara beberapa sektor lainnya tetap mengalami tekanan.


Sumber: Bisnis, Katadata, MetroTV