Percaya pada diri sendiri itu sesuatu yang luar biasa
Dari pengalaman pribadi, aku sadar bahwa setiap kali pikiranku dipenuhi rasa takut atau ragu, aku jadi tidak bisa memberikan hasil yang maksimal. Suatu hari, aku sedang membongkar peti kayu menggunakan palu cakar dan tuas pengungkit. Suasana workshop cukup berisik karena aku terus memukul-mukul kayu, sampai istriku turun untuk melihat apa yang sedang kukerjakan.
Sambil bercanda, aku berkata, "Untung aku belum memukul jariku sendiri dengan palu ini!" Coba tebak apa yang terjadi beberapa menit setelah aku mengucapkan kalimat itu? Benar, palu itu mendarat tepat di jariku. Sakitnya luar biasa, dan reaksi yang keluar dari mulutku jelas bukan kata-kata yang sopan.
Kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya saat itu aku sendiri yang menanamkan benih pikiran bahwa aku akan memukul jariku dengan palu. Dan pikiranku pun bekerja untuk mewujudkan apa yang aku pikirkan itu.
Pikiran Membentuk Tindakan Kita
Kita tidak hanya menjadi apa yang kita pikirkan, tapi kita juga melakukan apa yang kita pikirkan. Baik pikiran itu positif maupun negatif, pikiran kita akan selalu berusaha untuk mewujudkannya dalam bentuk tindakan nyata.
Kalau memang pikiran dominan kita punya pengaruh sebesar itu terhadap hidup kita, kenapa tidak kita manfaatkan untuk menanamkan hal-hal yang justru menguntungkan diri kita sendiri? Misalnya, kalau kamu benar-benar ingin menjadi seorang pilot, maka fokuskan seluruh perhatianmu ke sana. Jadikan itu sesuatu yang benar-benar kamu kejar dengan sepenuh hati. Pelajari semua hal yang berkaitan dengan cita-cita tersebut sebanyak mungkin.
Belajar dari Kisah Michael Jordan
Coba pikirkan, apakah Michael Jordan bisa menjadi salah satu pemain basket terhebat sepanjang masa kalau dia tidak benar-benar fokus dan terus memikirkan permainan basket? Saat dia sempat mencoba peruntungan di dunia baseball, hasilnya justru tidak sesukses saat dia bermain basket. Basket adalah kecintaannya, dan pikirannya selalu kembali ke sana. Itulah sebabnya dia akhirnya kembali membela Chicago Bulls selama tiga tahun lagi sebelum pensiun, sempat comeback lagi, lalu benar-benar pensiun pada tahun 2003.
Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa fokus dan pikiran yang konsisten terhadap satu tujuan bisa membawa hasil yang luar biasa.
Apa yang Sebenarnya Mendominasi Pikiranmu?
Sekarang coba tanyakan pada dirimu sendiri, apa sebenarnya yang paling sering ada di pikiranmu? Apakah kamu memikirkan hal-hal yang akan membawamu menjadi sosok yang benar-benar kamu inginkan? Apakah pikiran-pikiran itu cukup kuat dan mendalam?
Kalau langkah pertama untuk menjadi pribadi yang kamu impikan dimulai dari pikiran, maka sudah saatnya kamu mulai menggerakkan proses itu dari sekarang.
Cara Praktis Menanamkan Pikiran yang Positif
Salah satu cara yang bisa sangat membantu adalah dengan meluangkan waktu untuk menuliskan tujuan hidupmu. Tulis sebanyak yang kamu butuhkan, tidak perlu dibatasi jumlah halamannya. Setelah kamu selesai menuliskan gambaran hidup yang kamu inginkan, cobalah untuk merangkumnya. Usahakan sampai bisa dipadatkan menjadi satu halaman saja.
Setelah itu, bacalah tulisan tersebut sesering mungkin. Paling tidak, usahakan membacanya minimal sekali sehari. Akan lebih baik lagi kalau kamu membacanya di pagi hari sebagai hal pertama yang kamu lakukan, dan juga di malam hari sebelum tidur sebagai hal terakhir. Di luar itu, kamu bisa membacanya sesering yang kamu inginkan, tergantung seberapa besar keinginanmu untuk mewujudkannya.
Semakin sering kamu membaca rencana hidupmu, semakin dalam pula hal itu tertanam di pikiranmu. Perlu diingat, pikiran kita sebenarnya tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang hanya bayangan atau fiksi. Pikiran akan tetap bertindak sesuai dengan apa yang kita tanamkan, persis seperti yang terjadi padaku saat bercanda soal tidak akan memukul jariku sendiri dengan palu.
Pikiran Negatif Menghasilkan Hal Negatif, Pikiran Positif Menghasilkan Hal Positif
Kalau kamu terus memikirkan hal-hal negatif, maka hasil yang kamu dapatkan pun cenderung negatif. Sebaliknya, kalau kamu membiasakan diri untuk berpikir positif, maka itulah yang akan kamu tarik ke dalam hidupmu.
Jadi, sudahkah kamu punya rencana hidup yang jelas? Coba renungkan sekali lagi, pikiran seperti apa yang sebenarnya paling mendominasi benakmu selama ini?
Dengan menyadari kekuatan pikiran dominan ini, kamu bisa mulai mengambil kendali penuh atas arah hidupmu. Alih-alih membiarkan pikiran negatif atau keraguan menguasai dirimu, mulailah dengan sengaja menanamkan pikiran-pikiran yang mendukung tujuan dan impian-mu. Karena pada akhirnya, apa yang paling sering kamu pikirkan itulah yang akan membentuk siapa dirimu dan ke mana arah hidupmu akan menuju.
FAQ (tanya jawab):
T: Apa itu pikiran dominan dan kenapa penting untuk diperhatikan?
J: Pikiran dominan adalah pikiran yang paling sering muncul dan menguasai benak kita. Ini penting karena pikiran yang terus-menerus kita pikirkan cenderung memengaruhi tindakan dan akhirnya membentuk hasil nyata dalam hidup kita.
T: Bagaimana cara menanamkan pikiran positif agar bisa membentuk hidup yang lebih baik?
J: Salah satu caranya adalah menuliskan tujuan hidup secara jelas, merangkumnya menjadi satu halaman, lalu membacanya secara rutin setiap hari, terutama di pagi dan malam hari, agar tertanam kuat di pikiran.
T: Benarkah pikiran kita tidak bisa membedakan antara hal nyata dan fiksi?
J: Menurut artikel ini, benar. Pikiran cenderung bertindak sesuai apa yang terus kita ulang-ulang, baik itu nyata atau hanya candaan, sehingga penting untuk berhati-hati dengan apa yang sering kita ucapkan dan pikirkan.