Yoga dan Kesehatan Mental: Manfaat yang Sering Terlewatkan
Apa alasan utama Anda mulai atau tertarik mencoba YOGA ? Sebagian besar orang menjawab karena ingin memiliki tubuh yang lebih bugar. Wajar saja, sebab yoga memang dikenal mampu membangun kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta kelenturan. Latihan ini juga membantu menurunkan berat badan, dan karena ragam gayanya sangat beragam, hampir semua orang bisa mempraktikkannya tanpa memandang tingkat kebugaran.
Namun, banyak orang baru menyadari setelah rutin berlatih bahwa manfaat yoga bagi kesehatan mental ternyata tidak kalah besar dibandingkan manfaat fisiknya. Berikut beberapa manfaat mental yang bisa dirasakan dari praktik yoga.
Belajar Hidup di Saat Ini
Salah satu hal yang banyak dicari orang adalah kemampuan untuk fokus pada momen sekarang, melepaskan beban masa lalu maupun kekhawatiran akan masa depan. Justru pada momen itulah kita merasa paling tenang dan bahagia. Sayangnya, di tengah kesibukan sehari-hari, hal ini terasa sangat sulit dilakukan. Jadwal padat, tagihan yang harus dibayar, dan berbagai janji membuat pikiran sulit beristirahat.
Yoga menuntut Anda untuk benar-benar hadir secara utuh. Saat mencoba menahan sebuah pose sambil mengatur napas, pikiran tentang kesalahan kemarin atau rencana esok hari perlahan memudar. Prosesnya terasa seperti meditasi. Ketika seseorang berhasil hidup di saat ini, meski hanya selama durasi kelas yoga, ia akan merasa lebih positif terhadap dirinya, harinya, bahkan hidupnya secara keseluruhan. Sikap positif ini pada akhirnya turut memperkuat kesehatan mental secara menyeluruh.
Meredakan Stres
Banyak aspek dalam yoga yang berkontribusi menurunkan tingkat stres. Teknik pernapasan yang terfokus saja terbukti mampu menurunkan kadar hormon kortisol atau hormon stres, sekaligus menurunkan tekanan darah. Selain itu, aktivitas fisik dalam yoga memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu memperbaiki suasana hati dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengelola stres.
Menjaga Keseimbangan Emosi
Sebuah penelitian yang dilakukan seorang profesor dari Harvard terhadap siswa kelas 11 dan 12 di sekolah menengah menemukan hal menarik. Masa remaja memang dikenal sebagai periode yang penuh tantangan emosional, di mana banyak remaja bergulat dengan rasa cemas, marah, hingga perasaan kewalahan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti kelas yoga, dibandingkan kelas olahraga biasa, melaporkan perasaan yang lebih seimbang dan mampu mengendalikan emosi mereka dengan lebih baik.
Manfaat ini sebenarnya berkaitan erat dengan dua manfaat sebelumnya: yoga menurunkan stres, meningkatkan kemampuan tubuh mengelola tekanan, sekaligus melatih seseorang untuk tetap hadir di saat ini. Kebiasaan hidup di momen sekarang dan menghadapi masalah dengan pikiran jernih ini bisa dibawa ke aktivitas sehari-hari, sehingga memberi rasa kendali, keseimbangan, dan kesejahteraan mental yang lebih kuat.
Memilih Gaya Yoga yang Tepat untuk Anda
Popularitas yoga yang terus meningkat membuat semakin banyak variasi gaya bermunculan, banyak di antaranya merupakan gabungan dari gaya-gaya lama yang dirancang agar manfaatnya lebih maksimal. Berikut panduan singkat untuk membantu Anda menemukan gaya yoga yang paling sesuai.
Tenang dan Memulihkan
Bagi yang mencari yoga sebagai cara mendetoksifikasi diri, meredakan stres harian, dan merasa lebih terpusat, beberapa gaya berikut bisa dicoba:
Restorative, sesuai namanya, gaya ini berfokus pada pemulihan tubuh melalui sekitar lima pose yang ditahan dalam waktu cukup lama.
Viniyoga, berasal dari kata "vini" yang berarti adaptif, cocok bagi mereka yang memiliki cedera atau keterbatasan fisik karena biasanya dipraktikkan secara privat atau dalam kelompok kecil sehingga instruktur dapat menyesuaikan latihan dengan kebutuhan masing-masing.
Ananda, menekankan gerakan lembut yang bertujuan menyalurkan energi serta mempersiapkan tubuh dan pikiran menuju kondisi tenang untuk meditasi.
Kuat dan Menantang
Jika tujuan Anda adalah tantangan fisik, membangun kekuatan otot, dan meningkatkan kebugaran, gaya berikut mungkin lebih sesuai:
Ashtanga (Astanga), tergolong menuntut secara fisik karena gerakan berpindah cepat antar rangkaian pose, dirancang untuk membangun kekuatan, kelenturan, dan daya tahan.
Power Yoga atau Power Vinyasa, juga tergolong intens, sering dipraktikkan dalam ruangan panas sekitar 38 derajat Celsius (versi hot yoga) yang bertujuan mendetoksifikasi tubuh sekaligus mendukung penurunan berat badan.
Bikram Yoga, menawarkan latihan menyeluruh melalui 26 pose yang melatih kekuatan, daya tahan, sistem kardiovaskular, dan kelenturan, selalu dilakukan di ruangan panas.
Kombinasi Fisik dan Mental
Bagi yang tidak ingin memilih salah satu ekstrem, ada gaya yoga yang menawarkan keseimbangan manfaat fisik dan mental sekaligus:
Iyengar, salah satu gaya paling populer, menggunakan alat bantu (props) sehingga cocok untuk pemula maupun praktisi berpengalaman.
Hatha, menjadi dasar dari sebagian besar gaya yoga lainnya, mudah dipelajari, dan cocok untuk semua tingkat kebugaran karena memadukan pose aktif untuk membangun kekuatan dan pose menenangkan untuk relaksasi.
Selain gaya-gaya di atas, masih ada banyak variasi lain, termasuk yoga prenatal bagi ibu hamil atau yang baru melahirkan, hingga yoga yang dirancang untuk mendukung sisi kreativitas maupun jiwa kompetitif seseorang. Bagi pemula, disarankan untuk memulai dari gaya dasar yang sesuai kebutuhan, lalu berkembang seiring meningkatnya pengalaman dan pemahaman terhadap tubuh sendiri.
FAQ (tanya-jawab):
T: Apakah yoga benar-benar bisa membantu mengatasi stres?
J: Ya. Teknik pernapasan dalam yoga terbukti menurunkan kadar hormon kortisol dan tekanan darah, sementara aktivitas fisiknya memicu pelepasan endorfin yang memperbaiki suasana hati.
T: Gaya yoga apa yang cocok untuk pemula?
J: Hatha sering direkomendasikan untuk pemula karena mudah dipelajari dan memadukan pose aktif dengan pose menenangkan, sehingga cocok untuk semua tingkat kebugaran.
T: Apakah manfaat yoga bagi remaja sudah terbukti secara ilmiah?
J: Sebuah penelitian dari Harvard pada siswa SMA menemukan bahwa mereka yang mengikuti kelas yoga melaporkan perasaan lebih seimbang dan lebih mampu mengendalikan emosi dibandingkan yang mengikuti kelas olahraga biasa.