Penjualan rumah baru di Amerika Serikat melemah pada September 2026 setelah mengalami kenaikan pada bulan sebelumnya. Data pemerintah yang dirilis pada 27 Oktober menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal baru berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 676.000 unit, turun 0,6% dibandingkan Agustus 2026. Pada saat yang sama, harga median rumah baru turun 3,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi US$ 400.400. Kondisi ini menggambarkan pasar perumahan yang masih menghadapi tekanan akibat biaya pinjaman tinggi dan keterjangkauan rumah yang semakin sulit bagi sebagian pembeli.
Penjualan melemah, tetapi penurunannya perlu dibaca hati-hati
Angka September berada di bawah tingkat penjualan Agustus yang telah direvisi menjadi 680.000 unit per tahun. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan penjualan Agustus mencapai 684.000 unit. Dengan demikian, penurunan September terjadi setelah angka bulan sebelumnya dikoreksi ke bawah.
Meskipun mengalami penurunan, hasil September masih lebih tinggi daripada perkiraan ekonom yang disurvei Reuters. Mereka memperkirakan penjualan akan berada pada tingkat tahunan 650.000 unit. Dibandingkan September 2025, penjualan rumah baru tercatat turun 5,3% dari tingkat tahunan 714.000 unit.
Namun, penurunan bulanan tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai bukti bahwa pasar sedang mengalami kemerosotan tajam. Biro Sensus AS menyertakan rentang ketidakpastian statistik yang cukup lebar pada angka penjualan September. Estimasi penurunan 0,6% memiliki rentang ±13,8 poin persentase, sedangkan penurunan tahunan 5,3% memiliki rentang ±12,5 poin persentase. Artinya, perubahan penjualan dalam satu bulan belum cukup untuk memastikan arah pasar secara meyakinkan. Data beberapa bulan berikutnya perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah pelemahan ini berlanjut atau hanya merupakan fluktuasi sementara.
Bunga hipotek 7,32% membebani calon pembeli
Salah satu faktor yang menekan kemampuan membeli rumah adalah tingginya suku bunga hipotek. Menurut data perusahaan pembiayaan perumahan Freddie Mac yang dikutip Reuters, suku bunga rata-rata hipotek dengan bunga tetap selama 30 tahun mencapai 7,32% pada pekan sebelumnya. Angka tersebut meningkat lebih dari 130 basis poin sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari 2026. Konflik di Timur Tengah turut memengaruhi kondisi keuangan dan biaya pinjaman, sehingga pembeli rumah menghadapi beban pembiayaan yang lebih berat. Bagi pembeli yang mengandalkan kredit perumahan, suku bunga tinggi dapat meningkatkan cicilan bulanan atau mengurangi nilai rumah yang mampu mereka beli dengan pendapatan yang sama. Sebagian calon pembeli kemudian dapat menunda transaksi, mencari rumah yang lebih murah, atau menunggu kondisi pembiayaan membaik.
Tekanan keterjangkauan ini juga menjadi perhatian dalam perdebatan publik menjelang pemilihan sela AS. Meski demikian, data penjualan September saja tidak menunjukkan bahwa seluruh wilayah dan kelompok pembeli mengalami dampak yang sama.
Harga median turun, persediaan masih besar
Harga median rumah baru yang terjual pada September mencapai US$ 400.400. Nilai tersebut turun 3,9% dari US$ 416.800 pada September 2025. Sebaliknya, dibandingkan Agustus 2026, harga median justru naik 3,9% dari US$ 385.400. Harga rata-rata juga memperlihatkan penurunan tahunan. Nilainya mencapai US$ 472.800, turun 6,7% dari US$ 506.800 setahun sebelumnya.
Perbedaan antara harga median dan rata-rata penting diperhatikan. Median menunjukkan nilai tengah dari rumah yang terjual, sedangkan rata-rata dihitung dari keseluruhan nilai penjualan dibagi jumlah rumah. Keduanya dapat berubah karena komposisi rumah yang terjual berbeda, misalnya lebih banyak rumah berharga rendah dibandingkan rumah mewah.
Karena itu, penurunan harga median maupun rata-rata tidak otomatis berarti setiap rumah di AS mengalami penurunan nilai sebesar persentase tersebut. Data ini menunjukkan perubahan harga transaksi secara keseluruhan, bukan penilaian terhadap rumah yang sama dari tahun ke tahun. Dari sisi persediaan, terdapat sekitar 476.000 rumah baru yang tersedia untuk dijual pada akhir September, turun dari 481.000 unit pada Agustus. Pada tingkat penjualan saat itu, persediaan tersebut setara dengan pasokan selama 8,4 bulan, sedikit lebih rendah daripada 8,5 bulan pada bulan sebelumnya. Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan 8,2 bulan pada September 2025.
Pembangun rumah mulai lebih berhati-hati
Persediaan yang relatif besar dapat membuat pengembang lebih berhati-hati dalam memulai proyek baru. Rumah yang belum terjual membutuhkan biaya untuk dipelihara, sementara pembangunan tambahan berisiko meningkatkan jumlah unit yang menunggu pembeli. Reuters melaporkan bahwa data pemerintah yang dirilis pada pekan sebelumnya menunjukkan penurunan tajam pada pembangunan rumah keluarga tunggal yang mulai dikerjakan pada September. Izin pembangunan untuk proyek mendatang juga merosot ke tingkat terendah dalam tiga setengah tahun. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa pengembang menghadapi alasan untuk meninjau kembali rencana pembangunan mereka. Survei National Association of Home Builders yang dikutip Reuters turut menunjukkan bahwa ekspektasi pengembang terhadap penjualan selama enam bulan berikutnya turun ke tingkat terendah sejak April 2012, dengan pengecualian penurunan pada awal pandemi COVID-19. Survei tersebut mencerminkan sentimen industri, bukan jumlah penjualan yang telah terealisasi. Laporan penjualan rumah baru berikutnya dijadwalkan terbit pada 25 November 2026 untuk periode Oktober. Data itu akan membantu memperjelas apakah permintaan mulai stabil atau justru semakin melemah.
Secara keseluruhan, pasar rumah baru AS belum menunjukkan penurunan bulanan yang dapat dipastikan secara statistik, tetapi kombinasi suku bunga hipotek tinggi, harga yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, dan persediaan yang masih besar menandakan tekanan nyata bagi pembeli maupun pengembang. Perkembangan beberapa bulan mendatang akan menjadi penentu penting untuk membaca arah pasar perumahan tersebut.
Sumber: Reuters, RealtyWire, U.S. Census Burea, Hindustan Times.